Blogger Widgets

Search This Blog

Friday, 8 April 2016

Pengenalan simulink

Dalam tulisan ini saya akan membahas sedikit megenai dasar-dasar penggunaan simulink.
Jika ada yang belum tahu apa yang dimaksud dengan simulink, sekedar informasi,  simulink merupakan  tool yang dibundel dengan MATLAB untuk keperluan pemodelan sistem dinamis secara visual.  Bagi yang sudah pernah memakai MATLAB, kemungkinan besar pasti  pernah sepintas membacanya pada file help nya.  Simulink sendiri mempunyai banyak kegunaan, misalnya untuk mensimulasi rangkaian elektronik, signal processing, pemodelan persamaan differensial, dan masih banyak lainnya.  Tapi kali ini fungsi yang saya coba eksplorasi adalah bagaimana simulink digunakan untuk memplotting suatu fungsi sederhana serta bagaimana menyimpan data yang digenerate ke dalam file.Misalnya fungsi yang akan kita uji coba pada tutorial ini adalah  fungsi sinusoidal yang secara default terdapat pada library simulink (signal generator).

1. Untuk memulainya, ketikkan  command simulink pada  terminal MATLAB.


2. Setelah itu akan tampil antar-muka library browser simulink:

3. Buat model  baru (file .mdl) dengan mengklik   kotak putih di sudut kiri atas library browser atau klik  file-->new-->model yang bisa juga diakses dengan shortcut key CTRL+N

4. Masukkan blok yang terdiri dari 'signal generator'  (pada node source), 'scope' (pada node sinks),  'to file' dan 'to workspace' (juga pada node sinks) ke dalam  model yang dibuat dengan mengklik kanan pada blok tersebut atau  menekan shortcut CTRL+I. Kemudian hubungkan dengan connector (tanda panah) sehingga  nantinya akan diperoleh gambar berikut:


5. Klik dua kali blok 'signal generator', dan rubah parameter frekuensinya Menjadi 0.1. Ini berguna agar sinyal yang dikeluarkan menjadi mulus. Amplitudo sendiri menandakan amplitudo dari sinyal yang dihasilkan. Artinya  sama saja seperti fungsi sinusoidal secara umum.

6. Klik dua kali blok 'to File' dan rubah parameter 'file name' nya menjadi simpan.mat atau nama lainnya yang  diinginkan. 'Variabel name' nya rubah jadi simpan, atau nama lainnya yang diinginkan, tidak harus sama dengan nama filenya. Sementara Decimation dan sample time biarkan tetap nilai default yakni secara berturut-turut 1 dan -1.  Decimation menandakan interval pengambilan data  yang digenerate oleh signal generarator. Misalnya jika data yang dihasilkan  terdiri dari urutan angkan  1,2,3,4,5,6,7,8  dst maka jika decimationnya bernilai 3, akan diambil angka 1, 4,7 dst, yakni lompat-lompat 3. Sementara jika di set sama dengan 1, maka keseluruhan data akan diambil. 'Sample time' menandakan kapan datanya akan digenerate oleh suatu blok. Semakin kecil nilainya semakin banyak data yang di generate, akan tetapi tidak boleh lebih kecil dari -1  dan satu-satunya.  nilai negatif yang dibolehkan hanya -1. Nilai -1 ini berguna untuk pemodelan diskrit. Untuk sata ini saya belum membahas tentang itu. Adapun kegunaan dari block 'To file' sendiri  adalah untuk menyimpan data ke dalam file yang akan dibuat  dalam current directory MATLAB (directory tempat Kita bekerja).


7. Berikutnya klik dua kali 'to workspace' block. Rubah Variabel namenya menjadi a. Ini hanya untuk kemalasan saya, bisa  digunakan nama lain yang sesuai. Block 'to workspace' berguna untuk menyimpan data ke dalam workspace matlab yang bisa digunakan untuk keperluan lebih lanjut atau disimpan ke dalam file.


8. Block Scope berguna untuk menampilkan hasil plotting  signal yang dihasilkan.

9. Setelah semuanya fix, tekan tanda save (ikon floppy disk)
untuk meyimpan semua konfigurasi. Kemudian jalankan seimulasinya:


Jika selesai dijalankan, nanti akan diperoleh beberapa output dari simulink. Pada block 'scope'  akan terlihat hasil plotting fungsi sinusoidal yang digenerate. Pada workspace kita bisa mengakses variabel a (ketikkan a pada command) yang sudah kita setel tadi menggunakan block 'to workspace' yang menampilkan nilai data sinyal yang digenerate. Dan pada working directory (folder tempat kita bekerja) terdapat file simpan.mat yang digenerate block 'to File'. File ini bukan diformat dengan  dengan standar ASCII jadi tidak bisa dibuka pake editor text biasa atau dibuka pake tool-tool yang biasa kita gunakan, misalnya mircrosoft excel atau lainnya.  Untuk membukanya ketikkan pada command MATLAB:
load('simpan.mat', '-mat')
Setelah itu ketikkan variabel yang sudah kita setel tadi pada blok 'to File' yakni variabel simpan:
simpan'
Tanda petik tunggal menandakan transpose matriks.


Variabel a yang  sudah kita setel tadi pada block 'to Workspace',
dapat kita akses dengan command
a


Sementar hasil plotnya dapat kita lihat dengan mengklik dua kali block scope.
Agar hasil plotnya lebih sesuai klik autoscale (icon teropong).








No comments:

Post a Comment